Syarat Naik Pesawat Ibu Hamil – Terkadang saat hamil, ibu hamil ingin bepergian dan menyegarkan diri. Namun, sebagian ibu hamil mungkin menganggap perjalanan jarak jauh nantinya akan membahayakan janinnya. Bagaimana jika Anda ingin pergi dengan pesawat?
Nah, ternyata ibu hamil bisa naik pesawat dengan syarat mengikuti syarat yang diberikan dan menjaga keselamatan anaknya selama perjalanan. Di bawah ini gambaran ketentuan boarding ibu hamil agar perjalanan Anda nyaman. Ayo mencobanya!
Syarat Naik Pesawat Ibu Hamil
Beberapa wanita tidak melakukan penerbangan selama 12 minggu pertama kehamilan. Karena di saat yang sama, ibu hamil menghadapi mual, muntah, dan kelelahan. Selain itu, ada risiko keguguran pada 3 bulan pertama.
Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Perjalanan Jauh Naik Motor, Mobil, Kapal Laut Atau Pesawat?
Tak hanya 3 bulan pertama saja yang memiliki banyak risiko, bepergian di bulan-bulan terakhir kehamilan bisa jadi melelahkan dan tidak nyaman bagi ibu hamil. Salah satu faktor berbahayanya adalah oksigen dalam darah yang berkurang akibat tekanan udara di dalam pesawat. Selain berbahaya bagi ibu hamil, kekurangan oksigen bisa berakibat fatal bagi bayi.
Bagi yang ingin berlibur dengan pesawat, tunggulah hingga kehamilan Anda memasuki trimester kedua. Sebab pada periode tersebut, ibu hamil memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami kelahiran mendadak atau prematur. Namun sebelum itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kandungan apakah kondisi kehamilan Anda memungkinkan untuk melakukan perjalanan dengan pesawat.
Berikut beberapa syarat naik pesawat bagi ibu hamil seperti dilansir Lion Air Group, antara lain:
Mewajibkan ibu hamil naik pesawat hanyalah salah satu contoh penerbangan maskapai penerbangan. Pastikan untuk memeriksa persyaratan maskapai penerbangan Anda untuk informasi lengkap.
Info Protokol Kesehatan Dan Aturan Penerbangan Terbaru, Cek Syarat Naik Pesawat Usai Ppkm Dicabut
Berikut beberapa tips agar Anda dapat melakukan perjalanan yang aman dan nyaman bersama buah hati Anda selama berada di pesawat. Ayo mencobanya!
Sebelum melakukan perjalanan dengan pesawat tentunya Anda sudah berkonsultasi terlebih dahulu untuk mendapatkan surat keterangan layak terbang. Misalnya, jika Anda bepergian ke lokasi geografis lain, dokter Anda mungkin menyarankan Anda untuk tetap terhidrasi selama perjalanan. Jika Anda benar-benar tidak layak untuk terbang, ikuti saran dokter Anda untuk melindungi kehamilan Anda.
Saat hamil tentunya Anda sering merasa lapar. Jadi, saat berkemas untuk bepergian, pastikan Anda mengemas makanan ringan yang cukup untuk perjalanan. Sebab, pada umumnya jajanan maskapai penerbangan lebih mahal dan belum tentu sesuai dengan selera Anda.
Tips selanjutnya adalah memilih tempat duduk yang dekat dengan lorong. Hal ini memudahkan Anda pergi ke toilet di pesawat. Jika Anda duduk di dekat jendela, bisa jadi mengganggu kenyamanan penumpang di sebelah Anda. Jika Anda duduk di dekat lorong, Anda memiliki banyak ruang untuk bergerak.
Syarat Ibu Hamil Naik Pesawat
Nah, ulasan kali ini tentang syarat ibu hamil naik pesawat agar perjalanan aman dan nyaman. Pastikan untuk berkonsultasi dengan bidan Anda terlebih dahulu tentang rencana perjalanan Anda. Jadi, liburan Anda saat hamil akan nyaman dan aman. Semoga bermanfaat!
BIC Jalan Teuku Chik Ditiro no. 12-14, RT.8/RW.2 Gondangdia, Kec. Kota Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10350
Bayi tabung Inseminasi intrauterin Laparoskopi MESA, PESA, TESA & TESE Induksi ovulasi Siklus pemantauan PGT-A inkubasi VIP Secara umum, terbang selama kehamilan tidak menjadi masalah. Namun, untuk menghindari risiko yang mengancam kehamilan, ada beberapa hal yang sebaiknya ibu hamil ketahui dan persiapkan sejak dini.
Jangankan ibu hamil, penumpang normal pun biasanya juga akan terganggu dalam penerbangan. Wanita hamil tampaknya memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan ringan dibandingkan risiko keguguran paling parah.
Isi Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik (e Hac) Sebelum Terbang
Masalah yang paling umum terjadi adalah kram dan bengkak pada kaki atau persendian. Ini biasanya terjadi selama penerbangan 3-5 jam. Gangguan yang lebih serius bisa berupa pembekuan darah atau dalam istilah asing disebut
Ciri-cirinya: bagian belakang kaki, terutama di bawah lutut, menjadi bengkak, nyeri dan merah. Penyebab kedua kelainan ini adalah sirkulasi darah yang buruk.
Waktu terbaik untuk terbang adalah antara usia kehamilan 14 dan 27 minggu. Pada minggu ke-14 kehamilan, ibu hamil mengatasi masa mual dan menjadi lebih kuat secara fisik.
Sebelum masa kehamilan mencapai 14 minggu, ibu hamil sebaiknya tidak melakukan penerbangan. Pada tahap awal kehamilan, ibu hamil biasanya masih mengalami rasa mual dan pusing yang dapat menimbulkan masalah lain jika dipaksakan. Selain itu, risiko keguguran lebih tinggi pada awal kehamilan.
Ibu Hamil Naik Pesawat Aman, Asal?
Bila masa kehamilan sudah melebihi 36 minggu, maka ibu hamil tidak diperbolehkan lagi melakukan perjalanan udara. Jika mengandung anak kembar, batasnya adalah 32 minggu. Masa kehamilan diukur sejak hari penerbangan pulang.
Umumnya, ketika usia kehamilan lebih dari 28 minggu, pihak maskapai meminta ibu hamil untuk menandatangani semacam surat dan melampirkan surat keterangan dokter dari dokter kandungan, yang menyatakan:
Surat keterangan kesehatan ini biasanya harus diperoleh satu minggu sebelum perjalanan. Ketentuan mungkin berbeda-beda untuk setiap maskapai penerbangan. Penumpang disarankan untuk memeriksa syarat dan ketentuan masing-masing maskapai.
Wanita hamil yang usia kehamilannya lebih dari 28 minggu harus menunjukkan surat keterangan kesehatan bahwa penumpangnya sehat untuk mengikuti penerbangan.
Aturan Yang Tidak Boleh Diabaikan Saat Naik Pesawat
Penumpang juga diminta mengisi formulir asuransi risiko (FOI), yang membebaskan maskapai dari tanggung jawab atas barang-barang yang tidak diinginkan selama penerbangan.
Bagi ibu hamil dengan usia kehamilan maksimal 32 minggu harus menyerahkan surat keterangan dokter dan mengisi surat pernyataan yang tersedia di bandara dan cabang Sriwijaya Air. Surat pernyataan ini membebaskan Sriwijaya dari tanggung jawab atas segala kejadian yang tidak diinginkan selama penerbangan.
Atau kembar, normal, kompleks dan usia kehamilan kurang dari 32 minggu, memerlukan Formulir Identitas (FoI).
Form of Identity (FOI), Medical Information Form (MEDIF) dan konfirmasi dari Garuda Sentra Medika diperlukan untuk ibu hamil hingga 32 minggu dengan komplikasi, serta untuk ibu hamil 32-36 minggu tanpa komplikasi.
Hal Yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil Jika Ingin Bepergian Naik Pesawat
Bagi ibu hamil yang usia kehamilannya kurang dari 32 minggu dan 32-36 minggu, FOI (voice statement) dan Medical Rec. Surat (surat doktoral).
Jika dokter R. Surat tidak sah, harap memberitahukan kepada KK atau perwakilan Citilink Anda agar dapat dilayani dan menerima surat dari Bandara KKP.
Penumpang harus memberikan surat keterangan kesehatan untuk kehamilan yang sulit atau rumit. Formulir informasi medis Jetstar dapat ditemukan di sini.
Jika kehamilan lebih dari 28 minggu, penumpang harus menyerahkan surat keterangan kesehatan paling lambat 10 hari sebelum penerbangan.
Bolehkah Ibu Hamil Trimester Pertama Naik Pesawat? Cek Di Sini
Nah, itulah berbagai hal yang perlu Anda ketahui apakah aman bagi ibu hamil untuk terbang melalui udara dan apa saja syarat-syaratnya selama bepergian melalui udara. Melahirkan di pesawat bisa menjadi hal yang luar biasa dan memberi bayi Anda penerbangan gratis seumur hidup. Namun, melahirkan di pesawat sebaiknya dihindari.
Saat melakukan perjalanan dari Arab Saudi menuju India pada 19 Juni 2017, seorang ibu hamil mengalami gejala persalinan. Pesawat masih mengudara dan belum waktunya mendarat. Penerbangan Jet Airways tujuan Kochi dialihkan ke bandara terdekat di Mumbai.
Anak itu belum siap menunggu pesawat mendarat. Seorang ibu melahirkan bayi prematur di dalam pesawat dengan bantuan awak kabin dan seorang penumpang yang kebetulan adalah seorang perawat. Dikatakan ibu dan anak tersebut selamat. Sesampainya di bandara, keduanya langsung dipindahkan ke rumah sakit terdekat.
Meski mengganggu jadwal penerbangan dan penumpang, bayi prematur tersebut mendapat kado istimewa dari pihak maskapai berupa penerbangan gratis kemana saja, seumur hidup. Dia adalah bayi pertama yang lahir dalam penerbangan Jet Airways.
Syarat Terbaru Bepergian Dengan Pesawat Terbang
Kasus melahirkan di pesawat memang sering terjadi. Pada tahun 1990, Debbie Owen terbang dari Ghana ke London. Dia sedang hamil saat itu dan diperkirakan akan melahirkan dalam enam minggu. Di ketinggian 30.000 kaki, ia mulai mengalami tekanan dan pendarahan. Dia langsung tahu bahwa sudah waktunya melahirkan.
Pilot tidak berencana segera melakukan pendaratan darurat karena tidak ada rumah sakit di bandara terdekat. Bagaimanapun, Debbie masih mengalami kontraksi dini. Meski demikian, seluruh bandara yang dilewatinya telah dipersiapkan untuk pendaratan darurat jika diperlukan.
Sekitar empat jam kemudian, ketika pesawat terbang di atas Prancis dan hendak tiba di Inggris, gadis kecil Deb tidak sabar untuk mendarat. Dengan bantuan awak kabin dan seorang penumpang yang kebetulan adalah seorang dokter, ia melahirkan dengan selamat di dalam pesawat. Maskapai ini memberi putrinya dua tiket pulang pergi ke tujuan mana pun pada usia 18 tahun.
April lalu, seorang penumpang Lion Air juga melahirkan dalam penerbangan Medan-Batam. Satu-satunya kelahiran adalah saat pesawat mendarat.
Cara Agar Bisa Tidur Di Pesawat Terbang
Tahun lalu, setidaknya lima bayi lahir dalam penerbangan komersial di seluruh dunia. Setiap orang mendapat hadiah istimewa dari maskapai ini, meski tidak semua orang mendapat “tiket emas” untuk terbang gratis seumur hidup. Beberapa maskapai penerbangan sedikit lebih pelit. Misalnya, Virgin Atlantic hanya menawarkan penerbangan gratis hingga anak tersebut berusia 21 tahun. Sedangkan Cebu Pacific Air hanya memiliki 1 juta frequent flyer miles.
Meski berkesan dan mendapat kado istimewa, lebih baik melahirkan di pesawat. Maskapai sangat menghindari kejadian seperti itu. Setiap maskapai penerbangan mempunyai aturan tersendiri terkait ibu hamil.
Misalnya saja di Citilink, penumpang dengan usia kehamilan antara 32 hingga 35 minggu diperbolehkan terbang maksimal tiga jam. Sedangkan bagi mereka yang sedang hamil 35 minggu tidak diperbolehkan terbang sama sekali.
Di Singapore Airlines, untuk kehamilan pertama, batas kehamilan untuk non-penerbangan adalah 36 minggu. Sedangkan bagi wanita yang pernah hamil lebih dari satu kali, batas kehamilan untuk terbang adalah 32 minggu. Bagi penumpang hamil yang usia kehamilannya kurang dari batas tersebut, wajib menunjukkan izin terbang dari dokter jika usia kehamilannya lebih dari 29 minggu. Jika usia Anda kurang dari 29 minggu, surat tidak diperlukan.
Catat Baik Baik, Ini Batasan Usia Kandungan Bagi Ibu Hamil Yang Naik Pesawat Lion Air
Di Jet Airways, peraturannya lebih mudah. Waktu penerbangan maksimum adalah 38 minggu. Padahal, di minggu ke-38, janin sudah penuh atau siap dilahirkan.
Meski peraturan telah ditetapkan, faktanya satu dari sepuluh ibu hamil di dunia melahirkan secara prematur
Syarat ibu hamil naik pesawat air asia, ibu hamil naik pesawat, syarat naik pesawat citilink untuk ibu hamil, syarat ibu hamil naik pesawat sriwijaya, syarat ibu hamil naik pesawat, syarat ibu hamil naik pesawat batik air, syarat naik pesawat untuk ibu hamil, syarat hamil naik pesawat, syarat ibu hamil naik pesawat saat pandemi, syarat ibu hamil naik pesawat citilink, syarat naik pesawat bagi ibu hamil, syarat ibu hamil naik pesawat garuda