Kuliner Di Bukit Bintang Kuala Lumpur – Jalan Alor adalah salah satu tempat yang belum pernah saya kunjungi setelah mengunjungi Kuala Lumpur beberapa kali. Konon tempat ini terkenal jalan-jalan saat jam masak dari senja hingga malam hari. Siapa yang suka mencicipi makanan lokal dan halal, siapa yang tergoda untuk mengunjungi Jalan Alor? Setelah beberapa kali riset di internet, katanya sulit menemukan makanan halal di Jalan Alor. Saya khawatir saat itu, tapi tetap saja kami penasaran, hehe. Saat kami bermain di Alor pada Minggu pagi, kami hanya berempat yang tersisa karena matahari belum terbit di Kuala Lumpur ketika kedua R dan C kembali ke Bandung. Dari Kuala Lumpur ke Jalan Alor dari hotel kami yang sangat dekat dengan KL Sentral, Jalan Alor mudah diakses. Kita hanya perlu naik monorail 1x dari KL Sentral Titiwangsa menuju Jalan Alor. Dari stasiun Alor kita turun tangga, jalan sedikit, lalu belok kiri terus menuju Jalan Alor. Kami pergi ke Jalan Alor untuk dua sesi di pagi dan sore hari. Pagi-pagi kita berpetualang mencari street art dan sorenya mau makan alias kuliner :D.
Pukul 8.000 pagi kami meninggalkan hotel dengan tas kecil dan ponsel. Kami langsung menuju stasiun, naik kereta lalu menuju Sungei Wang Plaza yang terletak di Jalan Sultan Ismail, Bukit Bintang. Suami saya membawa saya ke sini untuk pertama kalinya di luar negeri. Katanya, ada raksasa yang jual coklat produksi Malaysia. Sangat penting, bukan? :v Untungnya Plaza Sungei Wang memiliki beberapa mesin cakar dengan warna-warna yang menyenangkan. Kami bertiga cewek berfoto sebentar, haha. Setelah itu kami berjalan menuju Jalan Alor, saya tidak bisa memberikan rute karena saya dan 2 orang lainnya mengikuti suami saya yang mengetahui peta. Kami berjalan sambil tertawa walaupun hari sudah cukup panas karena badan kami masih segar dan setelah sarapan. Kemudian kami langsung menuju lokasi street art yang ditemukan salah satu anggota kami di internet. Sekali lagi, yang membuat kami berada di jalur yang tepat adalah suami saya, yang telah melihat Google Maps sejak pagi. Yang saya pikirkan adalah lokasi street art ini di Jalan Alor seberang convenience store yang merknya KK Mart. Saat itu, karena masih pagi, kami bisa sangat puas dengan foto-foto di sana. Tertarik dengan foto? Lihat nih… aku yakin itu Mupeng :p
Kuliner Di Bukit Bintang Kuala Lumpur
Lokasi seni jalanan utama ada di sana, tetapi ada titik lain untuk menikmati lukisan besar di dinding salah satu flat/apartemen. Jadi sebenarnya 2 lokasi ini 1 jalan lurus tapi dipisahkan oleh jalan raya, jadi kita harus menyebrang dulu. apakah Anda memahami ha ha
Jalan Alor At Night Popular For The Many Alfresco Restaurants Crowded With Tourists And Locals Bukit Bintang Kuala Lumpur Malaysia Stock Photo
Setelah berfoto kami berjalan kembali ke Fahrenheit 88 Mall, berhenti karena kami hanya ingin melihat seperti apa pusat perbelanjaan tersebut. Setelah itu kami kembali ke Sephora yang berada di dekat toko Louis Vuitton, Dior dan Rolex. Kami tidak membeli riasan di Sephora, kami bahkan tidak perlu mencari di toko. Saya pikir tidak baik pergi ke Sephora. Anda bahkan tidak bisa memakai riasan, lol. Kemudian kami menunggu bus GoKL untuk menuju ke Sephora. Kami berempat menghabiskan waktu sekitar 1 jam menuju Kuala Lumpur dengan bus GoKL yang gratis untuk semua, hehe. Setelah itu, karena sudah lelah dan mengantuk, kami kembali ke hotel untuk istirahat. Setelah makan malam kami kembali ke Jalan Alor pada pukul 6 sore. Makanan Halal Jalan Alor
Singkat cerita, kami kembali menggunakan monorel dari Jalan Alor di Bukit Bintang menuju Titiwangsa. Berbeda dengan pagi hari, pada sore hari ribuan orang membanjiri air. Jalan yang tadinya lebar menjadi 60% lebih sempit karena dipenuhi meja dan kursi restoran. Saat itu, mata saya berbinar melihat makanan berserakan di jalanan, di warung-warung kecil dan restoran yang ramai dengan orang kulit putih. Tapi kami masih berhati-hati dalam membeli makanan dan minuman karena takut halal.
Sembari jalan-jalan, membeli makanan dan ngemil, kami juga melakukan sedikit riset untuk mencari penjual makanan halal. Alhamdulillah, berbeda dengan yang saya baca dan dengar, mencari makanan halal di Jalan Alor tidaklah sulit. Karena hari sudah mulai gelap dan makanan ringan yang kami makan tidak memuaskan rasa lapar kami, kami akhirnya mendiskusikan makanan apa yang akan kami beli sebelum kembali ke hotel. Makanan Halal Bagi Traveler Muslim di Jalan Alor Pilihan makanan halal di Jalan Alor cukup bervariasi. Kami harus berhati-hati saat menyisir jalan karena ada penjual yang berbeda di setiap jengkal jalan karena jendelanya.
Kami akhirnya memutuskan untuk membeli makanan dari sebuah warung di ujung Jalan Alor. Hadirin sekalian, staf toko sangat sibuk dan cerewet sepanjang waktu. Setelah ngobrol sebentar ternyata adiknya orang Medan yang sudah pulang kerja ke Malaysia. Saya memiliki rincian visa, paspor dll.
Fries Viral Bukit Bintang You Must Try !
Saat itu kami masih menikmati makan di Jalan Alor karena makanan yang kami pesan dijamin halal dan tidak menguras kantong. Saya memesan semacam mie goreng dan lemon tea. Harga tidak mahal untuk tujuan wisata seperti Malaysia dan sejenisnya. Padahal lumayan standar, hehe. Yang terpenting di benak saya saat itu adalah saya sudah tahu seperti apa Jalan Alor jadi saya tidak penasaran lagi, saya juga punya pengalaman jalan-jalan dan sarapan di Alor pada sore hari dan banyak makanan di sana. Ya! Ketika Anda oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh oleh Saya pikir saya lebih suka bermain di area IPOH, Perak Malaysia. Tapi siapa yang tahu? 😀 Setelah makan malam, kami keluar dari Jalan Alor dengan sedikit kesulitan karena Jalan Alor ramai pengunjung pada malam hari. Kami kemudian kembali ke hotel untuk beristirahat karena kami harus kembali ke Bandung keesokan harinya. Alhamdulillah… Sesampainya di stasiun Bukit Bintang saya kemudian berjalan menuju Jalan Alor yang berada diantara stasiun dan Serenity Hostel. Ada apa dengan Jalan Alor? Apa yang begitu menarik tentang Anda? Ahem, begitulah, tuan dan nyonya. Jalan Alo merupakan kawasan kuliner terbanyak
Mas Yoga Pratma alias Gape di blog. Blognya bagus sekali, sayang sudah tidak aktif lagi, karena Gaffe sudah menikah. Digambarkan bagaimana warung makan dan pedagang gerobak berjejer di jalanan Jalan Alor yang dipadati pengunjung hingga meluber ke badan jalan.
Sejenak, saya berdiri di perempatan dan melihat betapa semaraknya lampu-lampu sungai malam itu. Ratusan pengunjung menempati kursi di atas jalan, di bawah lentera yang tergantung di awan. Perlahan-lahan aku berjalan melewati sisa ruang, di bawah lampu sorot, di tengah kerumunan orang yang padat. Kanan dan kiri saya melihat pohon pinus memperhatikan apa yang ditawarkan di sini. Kadang-kadang sebuah mobil harus berhenti karena melaju kencang melewati kerumunan.
, menawarkan menu yang kurang lebih sama. Sejumlah pemuda dan pemudi berdiri di tengah jalan dengan buklet menu yang menggoda setiap calon pengunjung untuk bergabung dengan mereka untuk makan malam. Padahal sisi kanan jalan kebanyakan ditempati pedagang gerobak lain: buah (terutama durian), dim sum atau
Petualangan Kuliner Di Kuala Lumpur
, air tebu, minuman pemberontak dan makanan ringan lainnya. Meski ada beberapa warung makan yang berdiri di antara kios-kios pedagang kaki lima.
Saking bingungnya, saya harus berkeliling untuk menentukan warung makan mana yang beruntung kedatangan saya sebagai pengunjung. Mungkin karena penampilan Melayu saya (atau apakah saya terlihat keren?), saya lolos dari godaan pelayan restoran. Ketika saya berhenti dan menanyakan buku menunya, seorang pemuda yang melihat menunya dengan penuh minat sedikit terkejut.
Makan babat kali ini), saya ingin lebih hura-hura malam ini. Enak sih, agak mahal, yang penting saya dapat pengalaman. Apa sih serunya jalan-jalan ke luar negeri selama seminggu, tapi tidak bisa menikmati kuliner lokal sambil berbaur dengan penduduk setempat?
Tidak selalu harus murah, menguntungkan atau sampah. Meskipun ada kalanya Anda melewatkan makan siang atau makan di 7-Eleven untuk menghemat uang, ada kalanya Anda bersedia mengeluarkan sedikit uang untuk sebuah pengalaman.
Kuliner Halal Di Jalan Alor, Kuala Lumpur
Saya membuka halaman demi halaman dan memperhatikan baik-baik menu, tampilan, dan harganya. Ahem, bagaimana… semua itu… puluhan ringgit, ya? Di mana anak laki-laki menungguku lagi #pffft
Itu sebabnya saya sangat senang, ketika lembar terakhir memiliki banyak daftar menu dengan harga yang lebih masuk akal. Oh ternyata ada menu part dan menu satuan. saya dikecualikan. saya langsung pesan
Tak disangka, pesanan tiba dengan cepat. Sepiring besar bihun goreng, semangkuk irisan daging babi dalam sup, dan semangkuk kecil nasi putih tiba di atas meja. Dengan secangkir teh yang telah tiba. Monster yang sudah mengamuk di perutnya ini tidak perlu menunggu lama untuk puas!
Bihunnya enak. Dagingnya empuk, dan supnya enak. Tidak ada rasa ekstra berminyak. Saya makan dengan rakus dan riang sampai saya kenyang. Apakah kamu serius Harga total 9 RM sepertinya sangat masuk akal dan adil untuk apa yang ditawarkan.
Ini Dia Top 10 Lokasi ‘viral’ Untuk Food Hunting Di Bukit Bintang Yang Wajib Anda Pergi !
Sambil menunggu makanan tercerna di perut, saya duduk sejenak dan menikmati suasana. Sedikit iri dengan pengunjung lain yang datang berkunjung bersama teman atau keluarga, untuk makan bersama dalam satu meja. Suasana dimeriahkan dengan kehadiran suami istri pengamen di antara kerumunan pengunjung Bukit
Hotel dekat bukit bintang kuala lumpur, hotel di bukit bintang kuala lumpur malaysia, hotel murah bukit bintang kuala lumpur, hotel furama bukit bintang kuala lumpur, hotel sekitar bukit bintang kuala lumpur, hotel bukit bintang kuala lumpur, hotels in bukit bintang kuala lumpur, rekomendasi hotel di bukit bintang kuala lumpur, kuliner bukit bintang kuala lumpur, hotel di bukit bintang kuala lumpur, hotel area bukit bintang kuala lumpur, hotel di jalan bukit bintang kuala lumpur